Cara Mudah Setting Gravity Screen Aplikasi Pengganti Tombol Fisik Android

Untuk menyalakan layar ponsel atau tablet Android, kita biasa memakai tombol Power atau tombol Home (khusus Android yg punya tombol Home fisik). Pada beberapa perangkat Android, besutan LG misalnya, kita dapat menghidupkan layar hanya menggunakan mengetuk layar 2 kali, tanpa melibatkan tombol fisik sama sekali.
Menjelang akhir tahun 2018 kemarin, Craft JT sudah membahas cara menghidupkan layar Android menggunakan tombol volume, yang sangat berguna jika tombol power atau home Android Anda mulai ngadat. Selain itu, sekitar setahun yg kemudian, Craft JT juga pernah membahas cara menyalakan layar Android secara otomatis tanpa perlu tombol, wih sophisticated dong!

Benar sob, ternyata tanpa menekan tombol manapun, kita mampu menyalakan layar Android. Bagaimana bisa begitu? Masih jangan lupa kan jikalau perangkat Android mempunyai majemuk sensor yg mampu dimanfaatkan buat beragam kebutuhan, termasuk menyalakan layar? Iya, ingat, kemudian bagaimana caranya? Pakai pelaksanaan Gravity Screen, sob.
Iya, misalnya yg telah dibahas pada artikel sebelumnya, Gravity Screen adalah pelaksanaan yang bermanfaat buat menyalakan serta mematikan layar Android secara otomatis menggunakan memanfaatkan majemuk sensor, seperti proximity, accelerometer, gravity, dsb. Dengan Gravity Screen, Anda tak perlu lagi mematikan layar perangkat Android Anda secara manual ketika memasukkannya ke saku atau menaruhnya di atas meja.
Nah, pada artikel ini, Craft JT akan mengetengahkan cara setting aplikasi Gravity Screen pada ponsel atau tablet Android, yg di artikel sebelumnya (ternyata) belum diulas secara mendalam.
Ok sob, ayo kita mulai. Silakan install aplikasi Gravity Screen terlebih dahulu (kompatibel dengan Android dua.dua ke atas), kemudian jalankan.
Aktifkan device administrator menggunakan mengetuk tombol Activate, serta selesai. Bercanda sob :D

Sebelum mulai menggunakan aplikasi Gravity Screen, sang developer telah menaruh peringatan bahwa fitur utamanya (menghidupmatikan layar Android secara otomatis) telah aktif. Meski begitu, nir seluruh fitur mampu berjalan di perangkat Android Anda. Bila Anda mengalami masalah, silakan hubungi developernya sebelum menaruh rating jelek pada Play Store. Perlu diingat juga bahwa dalam beberapa kasus, pelaksanaan Gravity Screen bisa menyebabkan alarm nir menyala waktu Android Anda diletakkan dalam posisi layar menghadap ke bawah, silakan dites dulu agar nir telat berangkat sekolah/kuliah/kerja gara-gara alarm mangkat . Untuk menghapus aplikasi Gravity Screen, gunakan tombol Uninstall yg tersedia di pada aplikasinya.
Sebenarnya memang sudah terselesaikan sob, begitu tombol Activate diketuk, pelaksanaan Gravity Screen akan eksklusif mengaktifkan fitur-fitur utamanya. Agar lebih yakin, simak bahasan lengkap tentang fitur-fitur primer Gravity Screen berikut (bersama cara setting-nya).

Pocket Sensor


Fitur Pocket Sensor pada aplikasi Gravitiy Screen ini berguna buat mematikan layar Android secara otomatis begitu dimasukkan ke saku.

Untuk mencobanya, putar perangkat Android Anda 60 derajat atau lebih (bisa diatur sampai 90 derajat, posisinya seperti saat memasukan ponsel ke saku celana), sesaat lalu layarnya akan mangkat secara otomatis.
Layar akan pulang menyala jika Anda mengembalikan Android ke posisi semula. Kalau tidak mau menyala, cek bahasan Proximity Sensor.
Bila ponsel Anda menggunakan flip cover, aktifkan opsi Any Direction (Flip Cover). Opsi tadi memanfaatkan sensor proximity, jadi bagaimanapun posisi perangkat Android Anda, sepanjang masih pada pada saku (flip cover tertutup), layarnya akan tetap mati.
Khusus Gravity Screen Pro, masih ada opsi Landscape Mode, yang berguna buat menjaga layar tetap hayati ketika berada dalam keadaan landscape.

Table Sensor


Sesuai namanya, fitur Table Sensor dalam pelaksanaan Gravity Screen berguna buat mematikan layar Android secara otomatis saat diletakkan pada atas meja (atau permukaan stabil lainnya).

Selanjutnya, silakan letakkan perangkat Android Anda pada atas meja (layar menghadap ke atas). Nah, eksklusif tewas kan layarnya? Jika layar tetap menyala, aktifkan opsi Lying Face Up.
Masih belum mangkat juga layarnya? Mungkin Android Anda belum kompatibel dengan opsi Lying Face Up sob, silakan coba taruh Android Anda pada atas meja dengan layar menghadap ke bawah, dijamin tewas tuh layar.
Selanjutnya, angkat kembali perangkat Android menurut meja. Nah, otomatis nyala lagi kan layarnya? Kalau tidak mau nyala, cek fitur selanjutnya.

Proximity Sensor


Pada fitur Proximity Sensor, masih ada dua opsi, yaitu Turn Screen OFF by Proximity dan Turn Screen ON by Proximity.

Opsi Turn Screen OFF by Proximity berfungsi buat mematikan layar saat berada pada saku (menggunakan posisi yg sudah dijelaskan pada ulasan Pocket Sensor).
Bila layar Android Anda nir mau menyala waktu dimuntahkan berdasarkan saku atau diangkat menurut meja, aktifkan opsi Turn Screen ON by Proximity. Opsi tersebut bermanfaat buat menyalakan layar Android menggunakan mengetuk (mengusap) sensor proximity (umumnya terletak pada atas layar, pada sebelah kamera depan atau speaker depan).

Turn Screen ON by Motion


Fitur Turn ON Screen by Motion berguna buat menyalakan layar Android hanya dengan menggerakkannya (seperti mengeluarkan ponsel Android menurut saku atau mengangkatnya berdasarkan meja).
Fitur inilah yang acapkali menciptakan gundah kita. Memangnya kenapa? Lantaran tidak semua perangkat Android mendukung fitur tersebut. Apa sebab? Saya kurang memahami niscaya. Kemungkinan karena sensor gravity-nya nir aktif saat layar mati, jadi tidak mampu mendeteksi gerakan yang dibutuhkan buat menyalakan layar. Untuk mengatasi perkara itu, pakai fitur Proximity Sensor buat menyalakan layar (seperti yang sudah diulas di atas).

Bila perangkat Android Anda kompatibel menggunakan fitur Turn Screen ON by Motion, agar tidak boros baterai, aktifkan opsi Timeout. Secara default, fitur Turn Screen ON by Motion hanya aktif selama 10 mnt setalah layar tewas, selama itu, Anda mampu menghidupkan layar dengan mengeluarkan perangkat Android Anda dari saku atau mengangkatnya berdasarkan meja. Setelah 10 mnt, fitur tersebut otomatis akan non-aktif, sang karena itu (sekali lagi), pakai fitur Proximity Sensor misalnya yg sudah dibahas sebelumnya.
Lanjut ke opsi Sensitivity. Sebaiknya opsi ini tidak diubah sob, biarkan misalnya adanya, lantaran jika terlalu sensitif, layar Android Anda akan tak jarang menyala tanpa sengaja (disebabkan sang gerakan atau getaran mini saja). Kalau kurang sensitif, layar Android Anda akan sulit dinyalakan waktu diangkat dikeluarkan berdasarkan saku. Meski begitu, bila dirasa sensornya terlalu atau kurang sensitif, silakan diatur sesuai kesukaan.
Masih herbi sensitifitas, buat mencegah layar Android menyala sendiri kala pada dalam saku, aktifkan opsi False Turn-On Protection in Pocket. Berdasarkan percobaan yang aku lakukan, opsi tadi akan lebih maknyus jika dipadukan menggunakan opsi Turn Screen OFF by Proximity, silakan dicoba bila tidak percaya 😀

Keep Screen ON by Motion


Fitur Keep Screen On by Motion berfungsi buat menjaga layar Android tetap menyala ketika Anda memegangnya (ketika membaca contohnya).

Bila tiba-tiba layar meredup atau mangkat , goyangkan Android Anda sedikit saja buat menyalakannya balik . Opsi Sensitivity serta Booster pula tersedia sob (buat perangkat Android yg support), silakan diatur sesuai selera.

More Setting


Masih kurang? Cek More Setting. Di situ tersedia beragam opsi yg bisa Anda gunakan buat mempertinggi fungsionalitas menurut pelaksanaan Gravity Screen.

Opsi Power Button Support contohnya, yang berguna bila Anda ingin mematikan fitur-fitur Gravity Screen buat ad interim. Saat opsi tadi aktif, tekan tombol power buat mematikan layar, maka fitur-fitur Gravity Screen akan non-aktif hingga Anda menyalakan layar kembali. Untuk opsi lainnya silakan dicoba sendiri ya sob 😊

Popular posts from this blog

DOWNLOAD GRATIS AUTODESK AUTOCAD 2009 FULL VERSION

DOWNLOAD GRATIS SOLIDWORKS 2019 FULL VERSION