BAHAN KONDUKTOR


Pengertian Konduktor

Konduktor adalah jenis-jenis bahan yang dapat menghantarkan tenaga listrik melalui zat padat, gas, ataupun cair menggunakan sangat baik. Bahan-bahan yg dipakai buat konduktor wajib memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:

1. Konduktifitasnya relatif baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.
4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) relatif besar .

Bahan-bahan yg biasa digunakan menjadi konduktor, diantaranya:

1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, emas, perak dan sebagainya.
2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yg diberi        campuran dalam jumlah tertentu menurut logam jenis lain, yg gunanya buat menaikkan kekuatan mekanisnya.
3. Logam paduan (composite), yaitu 2 jenis logam atau lebih yg dipadukan menggunakan cara kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).

Dari jenis-jenis bahan konduktor, yang paling mengagumkan buat mengalirkan arus listrik adalah emas lantaran bahan konduktor tersebut mempunyai banyak sekali elektron bebas.


Selain itu, terdapat pula semikonduktor yg adalah bahan penghantar listrik yg bersifat setengah konduktor atau insulatif (konduktif dan isolatif). Sedangkan superkonduktor ialah bahan penghantar listrik yang tidak mempunyai kendala atau nilai resistansi sebagai akibatnya bila tegangan listrik dialirkan dalam rangkaian tertutup maka akan terus mengalir selamanya. Jika ingin mengetahui lebih kentara tentang semikonduktor serta superkonduktor, silahkan baca : Penjelasan Semikonduktordan Penjelasan Superkonduktor


Bahan-bahan konduktor akan bersifat isolator bila berada dalam suhu yg rendah. Sebab, suhu yang rendah akan mengakibatkan penuhnya alektron pada saluran elektron yang tersedia.


Sifat-sifat Bahan Konduktor
Bahan konduktor mempunyai sifat-sifat yang sangat penting, yaitu :

1. Daya hantar panas
Sifat ini adalah kondisi yang menyatakan jumlah panas yg melewati lapisan bahan pada kurun waktu tertentu. Bahan-bahan yg memiliki daya hantar panas yg tinggi merupakan jenis-jenis logam. Dan daya hantar panas tadi dinyatakan pada bentuk satuan kkal/jam °C.

2. Daya electro-motoric termo
Arus listrik pada rangkaian listrik selalu mengalami perubahan dalam daya elektronik-motoric termojika terjadi perubahan kondisi suhu. Sifat ini mempunyai peranan sangat krusial pada dua jenis logam tidak sama yg dipasang pada dua titik kontak.
Daya elektro-motoric termo adalah daya electro-motoric yang dipakai pada syarat suhu yang berbeda. Perbedaan temperatur suhu tersebut berbanding lurus menggunakan kedua jenis bahan yg didapatkan, serta adanya disparitas yang jauh dalam tegangan listrik.

3. Daya hantar listrik
Besarnya suatu kendala dalam aliran listrik tergantung pada bahan yang sedang dipakai. Besarnya kendala tiap meter, menggunakan suhu 200°C serta luas penampang 1 mm2 diklaim menggunakan hambatan jenis. Hambatan jenis tersebut dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut ini :
R =  ρ (l/A)
Keterangan :
R = hambatan (Ω)ρ = hambatan jenis (Ω.mm2/m)l = panjang penghantar (meter)A = luas penampang dawai (mm2)
4. Kekuatan tegangan tarik
Sifat ini sangat krusial digunakan ketika terjadi pendistribusian tegangan tinggi. Penghantar listrik yg berbentuk cair seperti air raksa, berbentuk gas misalnya neon, serta berbentuk padat seperti logam.

5. Koefisien suhu tahanan
Seperti yg telah kita ketahui bahwa bahan akan memuai ketika berada pada suhu tinggi, dan akan menyusut bila temperatur menurun. Besarnya perubahan hambatan akibatperubahan suhu bisa diketahui dengan persamaan :


R= R0 1 + α (t – t0),


keterangan :

R: besar kendala sehabis terjadinya perubahan suhuR0: akbar hambatan awal, sebelum terjadinya perubahan suhut: temperatur suhu akhir, pada 0Ct0:temperatur suhu awal, dalam 0Cα: koefisien temperatur tahanan nilai tahanan jenis 
Adapun berat jenis serta titikcair menurut beragam bahan bisa ditinjau dalam tabel berikut.



Bahanpenghantar yg paling poly digunakan adalah tembaga , karena tembaga merupakanbahan penghantar yang paling baik sesudah perak dan harganya pun murah karenabanyak masih ada dimana-mana. Akhir-akhir ini banyak dipakai alumunium danbaja sebagai penghantar walaupun tahanan jenisnya relatif besar , hal ini denganpertimbangan sangat berlimpah serta harganya menjadi lebih murah.

Karakteristik Bahan Konduktor

Karakteristik dari bahan konduktor dibagi menjadi 2 jenis karakter yaitu :
1. Karakteristik Listrik yg memiliki peranan buat menunjukkan kemampuan konduktor ketika dialiri oleh arus listrik.
2. Karakteristik Mekanik yang menunjukkan kemampuankonduktordalam hal daya tarik.

Klasifikasi Konduktor

Klasifikasi konduktor berdasarkan bahannya:
1. Dawai logam biasa, model:
a. BBC (Bare Copper Conductor).
b. AAC (All Aluminum Alloy Conductor).
2. Dawai logam adonan (Alloy), contoh:
a. AAAC (All Aluminum Alloy Conductor)
b. Dawai logam paduan (composite), seperti: kawat baja berlapis tembaga (Copper Clad Steel) serta kawat baja berlapis aluminium (Aluminum Clad Steel).
3. Dawai lilit adonan, yaitu dawai yang lilitannya terdiri menurut 2 jenis logam atau lebih,
contoh: ASCR (Aluminum Cable Steel Reinforced).
Klasifikasi konduktor berdasarkan konstruksinya:
1. Dawai padat (solid wire) berpenampang bundar .
2. Dawai berlilit (standart wire) terdiri 7 sampai menggunakan 61 kawat padat yang dililit menjadi satu, umumnya berlapis serta konsentris.
3. Kawat berongga (hollow conductor) adalah dawai berongga yang dibuat untuk menerima garis tengah luar yg besar .
Klasifikasi konduktor menurut bentuk fisiknya:
1. Konduktor telanjang.
2. Konduktor berisolasi, yg adalah konduktor telanjang serta pada bagian luarnya diisolasi sinkron dengan peruntukan tegangan kerja, model:
a. Kabel twisted.
b. Kabel NYY
c. Kabel NYCY
d. Kabel NYFGBY

Popular posts from this blog

DOWNLOAD GRATIS AUTODESK AUTOCAD 2009 FULL VERSION

DOWNLOAD GRATIS SOLIDWORKS 2019 FULL VERSION